oleh:
Saepul Anwar
Segala puji hanya
milik Allah yang mengajarkan manusia melalui pelantara kalam, yang mengajarkan
manusia untuk selalu senantiasa membaca, baik membaca secara membaca, maupun
membaca gejala-gejala kejadian yang ada dimuka bumi baik dalam ilmu agama
maupun ilmu agama yang dikombinasikan dengan ilmu-ilmu yang lain untuk lebih
meyakinkan kepada diri kita bahwa ilmu yang ada didunia ini semuanya bersumber
dari Allah swt.
Sholawat dan salam
semoga terlimpah curahkan kepada bagida alam habibana Muhammad saw, yang
senantiasa memberikan kita pencerahan melalui semangat juang untuk menegakkan
islam di bumi Allah ini.
Ketika dalam
perkuliahan tentang pengantar psikologi (semester kamari, sakieu-kieu na nu nerap hehe), ada pembahasan yang menurut saya
menarik, yaitu dalam pembahasan psikoanalisa yang dipaparkan oleh sigmun freud
yang mana didalamnya terdapat salah satu teori id, ego dan superego.
Dalam pertemuan
itu yang saya tangkap bahwa pengertian dari:
v
Id adalah dorongan, hasrat, ambisi yang meledak-ledak berada dialam
bawah sadar
v
Ego adalah pemuculan keluar dari id yang berada dialam alam sadar
v
Sedangkan super ego adalah timbangan moral atau yang membatasi ego
tersebut
Saya ibaratkan atau saya analogi kan bahwa id itu adalah dorongan nafsu
hayawan yang berada dalam diri manusia sedangkan ego adalah pemunculannya dan super ego adalah taqwa (secara bahasa: takut, sedangkan secara istilah syara' yaitu melaksanakan perintah Allah serta menjauhi larangannya, baik ketika banyak orang ataupun sedang sendiri)
Pada dasarnya pada
setiap diri manusia ada dorongan nafsu (id) atau dorongan untuk melakukan
kejelekan untuk dimuculkan keluar, sama halnya dengan orang yang soleh bukannya
mereka tidak mempunyai ego (nafsu) atau tidak memiliki keinginan untuk maksiat,
ada kok sama dengan kita akan
tetapi nafsu (id) terhadap
kejelekan/kemaksiaatannya dikalahkan oleh super ego mereka yaitu rasa taqwa,
merasa takut kepada Allah sehingga nafsu (id) tersebut tidak muncul/Nampak
keluar.(QS.35:8).
demikian pula orang
yang ma'siyat bukan tidak ada iman atau rasa taqwa pada Allah (superego), sama
ada juga, hanya saja imannya (superego)-nya itu dikalahkan oleh nafsu durjananya (id) yang
dimunculkan (ego) sehingga tidak bisa menjadi pembatas dari nafsu (id)-nya
tersebut. (QS12:53)
* !$tBur äÌht/é& ûÓŤøÿtR 4 ¨bÎ) }§øÿ¨Z9$# 8ou$¨BV{ Ïäþq¡9$$Î/ wÎ) $tB zOÏmu þÎn1u 4 ¨bÎ) În1u Öqàÿxî ×LìÏm§ ÇÎÌÈ
Dan aku tidak
membebaskan diriku (dari kesalahan), karena Sesungguhnya nafsu itu selalu
menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku.
Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.
Orang yang sholeh dan taat bukan berarti orang yg tidak
ada keinginan ma'siyat, ada kok!, hanya saja nafsu ma'siyatnya dikalahkan oleh
rasa TAKUTnya kpd ALLAH(QS35:28),
Ada ungkapan menarik dari seorang sufi yang berbunyi:
zayyinu anfusakum bi al-ma’shiyyah, wala tuzayyinu anfusakum bi al-maghfirah
(hiasilah dirimu dengan merasa banyak dosa/maksiat, dan janganlah menghiasi
dirimu dengan merasa banyak ampunan). Ungkapan sufi ini begitu bijaknya, karena
merasa dirinya saleh adalah penyakit batin yang luar biasa. Imam al-Ghazali
menyebutnya sebagai penyakit ‘ujub yang dikategorikan sebagai sifat yang
merusakkan amal baik (al-aushaf al-muhlikat). Sedangkan perasaan diri banyak
dosa/maksiat, merupakan sifat tawadhu’ yang sangat dianjurkan oleh Islam.
orang soleh orang yang mampu mengendalikan ID dengan Super Ego nya :)
catatan:
jangan pernah menghakimi seseorang, karena setiap manusia di ilhami dua ilham, yaitu ilham fujur dan ilham taqwa, jadi mungkin saja sekarang mereka cenderung mengikuti ilham fujur, tapi siapa tahu esok hari mereka mengikuti ilham taqwanya,
**Mohon maaf apabila ada kesalahan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar