#newnavbar ul li{ list-style-type: none; display:inline; margin:0px; padding:30px; border:0px solid; }

Minggu, 26 Februari 2012

Belajar Dari Bunga

Saya yakin anda pernah melihat bunga. sejatinya, kita bisa belajar banyak dari mahluk yang disukai seluruh penduduk bumi ini.
pertama, bunga itu hidup wakil atas nama keindahan dan cinta. kdarena itu jika kita susah mengucapkan perasaan cinta yang terpendam di dalam dada, maka ada oran gyng pernah bilang , say with flower, katakan dengan bunga. kedua, bungan itu memilki peran berbagai wangi dengan yang lain. ketiga, wangi bunga itu lahir dari titik pusat. dan ke empat, jika bungan gugur, maka ia menjadi pupuk yang subur bagi induknya.
sebagai Ummat Kangjeng Nabi Muhammad saw, dengan memilki akhlaq yang terpuji, kehadiran kita bisa menjadi wakil atas nama keindahan dan cinta. lalu keindahan dan cinta itu harus kita bagi dengan yang lain, ngat kata Nabi Khairun nas anfauhum linas. ketiga, tentu, jika kita ingin menjadi wakil atas nama keindahan can cinta, lalu kita bisa berbaginya dengan yang lain, syaratnya, kita harus bisa memperbaiki titik pusat kita, yakni akal yang hidup dengan tafakur dan hati yang hidup dengan tadzakur. kalau sudah demikian, kita mati sekalipun. maka kematian kita adalah pupuk yang bisa menyuburkan agama kita
saudaraku! anda adalaha bunga-bunga terindah yang diutus Tuhan di muka bumi.

Sumber: DaiKlopedia. Aang Ridwan

Minggu, 19 Februari 2012

Quote buat orang-orang yang patah hati :p


Quote:
@Bila kamu sedang menatap langit, lihatlah ketika malam yang tak berbintang, hanya sang bulan yang merasa kesunyian. Tapi dia tetap menyinari, dan tetap memberikan senyum untuk semua yang membutuhkannya.

@Tak setetes air mata pun yang pantas kamu teteskan untuk sang berwajah dua, dan tak segores kesedihan pun pantas kamu tampakkan untuk seorang yang hanya menertawakan kamu bersama kekasih barunya.

@Bintang itu beribu banyaknya, dan rintik hujan itu tak terhitung jumlahnya. Bila bintang berhenti bersinar, dan bila hujan berhenti berdenting, jangan terlalu kau nanti, karena mereka akan kembali dengan yang lebih baik.

@Sadarkah kamu, terpikirkah oleh kamu?. Mengapa tuhan juga mengizinkan dia untuk menginggalkan kamu?. Kini memang kamu hanya bisa bersedih dan menangis untuk menjawabnya, tapi kelak suatu jawaban akan datang dan membuat kamu sangat bersyukur karena ini telah terjadi.

Yang berlalu biarlah berlalu, karena bagaimanapun semua telah berakhir.
Biarkan semuanya tenggelam bersama matahari.

Tidak usah menangisi kepergiannya. Dia tidak akan melihatku berdiri tertegun melihatmu, sekalipun hanya sedetik, karena engkau telah pergi meninggalkanku dan tidak akan kembali kepadaku selamanya.

Allah tidak akan mengambil sesuatupun dari mahluknya,
kecuali Dia akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik.

Kau akan melihat sendiri keceriaan wajahnya jika kau bertemu dengannya seolah kau memberikan kepadanya sesuatu yang kau sendiri memerlukannya.

Cintailah sesuatu yang kamu cintai sekadarnya saja, karena bisa jadi suatu saat nanti ia akan menjadi sesuatu yang kamu benci; Dan bencilah sesuatu yang kamu benci sekadarnya saja, karena bisa jadi pada suatu saat nanti ia akan menjadi sesuatu yang kamu cintai.

Tidak ada satu tarikan napaspun yang kau hembuskan, melainkan ada takdir yang dijalankan-Nya pada dirimu. Karena itu, tunduklah pada-Nya dalam setiap keadaan.

Semua pasti sudah direncanakan oleh-Nya.
Semoga semua ini membawa kebaikan untuk kita semua.

sumber: 
http://wiki.bestlagu.com/kata-kata/165561-kata-kata-mutiara-putus-cinta.html

Jumat, 03 Februari 2012

TAKUT MISKIN DI AKHIRAT


Mengingat harga-harga barang kebutuhan terus meningkat, seorang pemuda selalu mengeluh karena tak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Setelah berdiskusi dengan seorang kiai makrifat, pemuda itu pun mengikuti anjurannya untuk menjalankan shalat Hajat serta tetap istiqomah melaksanakan shalat wajib lima waktu.
”Pak Kiai, tiga tahun sudah saya menjalankan ibadah sesuai anjuran Bapak. Setiap hari saya shalat Hajat semata-mata agar Allah SWT melimpahkan rezeki yang cukup. Namun, sampai saat ini saya masih saja miskin,” keluh si pemuda.
“Teruskanlah dan jangan berhenti, Allah selalu mendengar doamu. Suatu saat nanti pasti Allah mengabulkannya. Bersabarlah!” Jawab sang kiai.
”Bagaimana saya bisa bersabar, kalau semua harga kebutuhan serba naik! Sementara saya masih juga belum mendapat rezeki yang memadai. Bagaimana saya bisa memenuhi kebutuhan hidup?”
”Ya tentu saja tetap dari Allah, pokoknya sabar, pasti ada jalan keluarnya. Teruslah beribadah.”
”Percuma saja Pak Kiai. Setiap hari shalat lima waktu, shalat Hajat, shalat Dhuha, tapi Allah belum juga mengabulkan permohonan saya. Lebih baik saya berhenti saja beribadah…” jawab pemuda itu dengan kesal.
”Kalau begitu, ya sudah. Pulang saja. Semoga Allah segera menjawab permintaanmu,” timpal kiai dengan ringan.
Pemuda itu pun pulang. Rasa kesal masih menggelayuti hatinya hingga tiba di rumah. Ia menggerutu tak habis-habisnya hingga tertidur pulas di kursi serambi. Dalam tidur itu, ia bermimpi masuk ke dalam istana yng sangat luas, berlantaikan emas murni, dihiasi dengan lampu-lampu terbuat dari intan permata. Bahkan beribu wanita cantik jelita menyambutnya. Seorang permaisuri yang sangat cantik dan bercahaya mendekati si pemuda.
”Anda siapa?” tanya pemuda.
”Akulah pendampingmu di hari akhirat nanti.”
”Ohh… lalu ini istana siapa?”
”Ini istanamu, dari Allah. Karena pekerjaan ibadahmu di dunia.”
”Ohh… dan taman-taman yang sangat indah ini juga punya saya?”
”Betul!”
”Lautan madu, lautan susu, dan lautan permata juga milik saya?”
”Betul sekali.”
Sang pemuda begitu mengagumi keindahan suasana syurga yang sangat menawan dan tak tertandingi. Namun, tiba-tiba ia terbangun dan mimpi itu pun hilang. Tak disangka, ia melihat tujuh mutiara sebesar telor bebek. Betapa senang hati pemuda itu dan ingin menjual mutiara-mutiara tersebut. Ia pun menemui sang kiai sebelum pergi ke tempat penjualan mutiara.
“Pak Kiai, setelah bermimpi saya mendapati tujuh mutiara yang sangat indah ini. Akhirnya Allah menjawab doa saya,” kata pemuda penuh keriangan.
”Alhamdulillah. Tapi perlu kamu ketahui bahwa tujuh mutiara itu adalah pahala-pahala ibadah yang kamu jalankan selama 3 tahun lalu.”
”Ini pahala-pahala saya? Lalu bagaimana dengan syurga saya Pak Kiai?”
”Tidak ada, karena Allah sudah membayar semua pekerjaan ibadahmu. Mudah-mudahan kamu bahagia di dunia ini. Dengan tujuh mutiara itu kamu bisa menjadi miliader.”
”Ya Allah, aku tidak mau mutiara-mutiara ini. Lebih baik aku miskin di dunia ini daripada miskin di akhirat nanti. Ya Allah kumpulkan kembali mutiara-mutiara ini dengan amalan ibadah lainnya sampai aku meninggal nanti,” ujar pemuda itu sadar diri. Tujuh mutiara yang berada di depannya itu hilang seketika. Ia berjanji tak akan mengeluh dan menjalani ibadah lebih baik lagi demi kekayaan akhirat kelak


sumber: humor sufi