#newnavbar ul li{ list-style-type: none; display:inline; margin:0px; padding:30px; border:0px solid; }

Minggu, 27 November 2011

Untuk Kita Renungkan


Sudah menjadi keyakinan dalam kehidupan kita, bahwa setiap yang ada permulaannya tentu pasti ada penghabisannya. Setiap yang punya awal mesti ada akhir, tidak ada keabdian dalam hidup ini, justru hayalah ketidak abadian yang abadi (tak ada yang abadi saur Peterpan mah). Semuanya datang dan pergi silih berganti berubah oleh pergeseran masa  dan pertukaran waktu
Demikianlah kalau kita mau merenungi kehidupan alam yang ada disekitar kita, sejak dari kehidupan, tumbuh-tumbuhan, Binatang sampai kehidupan kita makhluk yang namanya manusia anu bedegong na kacida
Lihatlah kehidupan kita manusia misalnya,
Dimulai sejak kita terlahir ke alam ini keluar dari Rahim ibu, menjadi bayi merah yang tak berdaya, lalu menjadi balita, setelah itu maka kita menjadi anak2, lalu menjadi dewasa, lalu tua lah kita...
Maka ketika kita sudah menjadi tua, masuk lah kita ke hari tua,,,
maka sehari, seminggu, sebulan setahun dua tahun, maka sampailah kita kepada waktu yang ditentukan yaitu kematian
Kalau kita mau merenungi peruahan-perubahan yang ada dalam diri kita, seharusnya membuat kita insaf dan sadar
Jika di waktu muda kita begitu lincah, punya rambut hitam ikal bergerai, punya lesung dipipi, punya senyum yang indah menawan semua orang yang melihat kita, kulit putih kencang dan bersih 
Tp manakala kita memasuki hari tua maka peruahan prontal pun terjadi, kulit putih kencang dan bersih berubah menjadi kusut dan lusu, rambut yang hitam ikal bergerai berubah menjadi putih dan gimbal, kenikmatan berkurang, gigi putih yang dulu menjadi senjata kita untuk melahap makanan satu persatu di ekstaradisi oleh lamanya waktu,  bahkan dikala muda senyum kita indah menawan semua orang yang melihat maka di hari tua, tatkala kita senym bisa jadi dengan gigi yang sudah tidak ada dan kulit keriput maka membuat lari orang yang melihat kita tersenyum 
Kemana keindahan yang tadinya begitu menawan??
Kemana senyum lesung pipit yang memmikat orang??
Pergi meninggalkan kita berubah oleh perubahan masa dan pertukaran waktu??

Nah bila maut menghampiri kita maka apa selesaikah kehidupan kita????
OWH TIDAK BISA mati itu bukan akhir dari segalanya bahkan mati itu adalah sebuah babak baru, episode baru dalam sejarah kehidupan kita. inilah bedanya manusia dengan hewan, jika hewan ketika hidup lalu mati maka bilatungan, tapi kalao manusia dari hidup menjadi mati maka perhitungan
Jika kehidupan adalah perpindahan dari alam rahim menuju alam dunia  melalui perut ibu kita, maka kematian adalah perpindahan alam dunia menuju alam akhirat melalui kematian, akan tetapi sebelum kita ke akhirat maka kita akan megalami yang namanya alam barzah (kubur), yaitu; suatu babak baru dan awal penderitaan bagi orang-orang yang tidak beriman. tapi menjadi sebuah kenikmatan dari taman-taman surga buat orang-orang yang soleh dan berbakti kepada Allah
Sehingga Rasul pun Bersabda :

ماَالْمَيِتْ فِى قَبْرِهِ كَلْغَرِقِ الْمُتَغَوِّسْ

“ tidak lah mayyit didalam kubur nya kecuali seperti orang yang tenggelam yang meminta tolong (yakni meminta pertolongan)

Apa yang bisa memberikan pertolongan???? Yaitu do’a dari anak2 saleh dan amal saleh
Sehingga Abu bakar assidiq RA berkata;

MANDAKHOLAL KOBRO BILA JADING (MINAL AMALIS SOLIHI) FAKA ANAMA ROKIBAL BAHRO BILA SAFINATIN (FAYAGRIQU GORQON LAKHOLASO LAU ILLA BIMAN YUNGKIDUHU)
Barang siapa yang masuk ke dalam kubur (mati lalu dikubur) dengan tidak membawa bekal (amal soleh)
Maka maka seperti menyerang lautan tanpa memakai perahu (akan tenggelam dan tidak akan selamat kecuali ada orang yang menyelamatkan)
 Mari sahabat do’akan kelluarga kita, saudara kita, atau bahkan kedua orang tua kita yang sudah tiada semoga senantiasa di limpahkan rahmat Allah kepada mereka, ditambah kenikmatan dialam kuburnya dan buat orang tua kita yang masih ada mudah-mudahan mereka terus senantiasa ada dalam lindungan Allah swt dan senantiasa ada dalam ampunan Allah swt.
Coba bayangkan mereka mengurangi makan, mengurangi tidur bahkan tidak sedikit mengurangi kenikmatan-kenikmatan untuk membela dan agar supaya melihat anaknya menjadi orang yang sukses dan berguna.
semoga bermanfaat walaupun hanya sedikit,
Wallahua a’lam bishawab 
NB: hapunten biilih aya lepat ngamaknaan atau ngabarisan :) (belajar ngablog n' bwt artikel)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar